Maklumat akademisi dan mahasiswa riau-yogyakarta dalam evaluasi kepemimpinan riau 5 tahun kebelakang serta calon gubernur riau

Jejak18news.com -Pada 17 Oktober 2024, diskusi akademik yang mempertemukan dosen asal daerah Riau dan berbagai elemen mahasiswa Riau di Yogyakarta dilaksanakan dengan penuh antusias di Asrama Putra Riau. Acara ini menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk berdialog dengan pakar di berbagai bidang, membahas isu-isu krusial yang dihadapi oleh masyarakat Riau, dan mencari solusi bersama menjelang Pemilihan Gubernur Riau 2024.

Diskusi ini dihadiri oleh tiga pemateri terkemuka yang memiliki latar belakang akademik dan praktis yang kuat. Dr. Imam Mahdi, S.IP., M.A., seorang dosen Hubungan Internasional dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), membuka diskusi dengan perspektif global tentang politik daerah. Ia membahas bagaimana perkembangan hubungan internasional dan dinamika politik global dapat mempengaruhi kebijakan daerah, terutama dalam hal ekonomi dan sumber daya alam. Menurutnya, daerah seperti Riau yang kaya akan sumber daya alam harus mampu memanfaatkan peluang global, termasuk perdagangan dan investasi internasional, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dr. Imam juga menekankan pentingnya pemimpin daerah yang memiliki wawasan internasional untuk bisa memanfaatkan potensi geopolitik dan ekonomi global demi kesejahteraan masyarakat lokal. Ia memberikan contoh negara-negara di Asia Tenggara yang berhasil menjalin kemitraan strategis dengan negara-negara maju untuk meningkatkan pembangunan daerah, dan mendorong calon pemimpin Riau untuk berpikir lebih luas dan visioner.

Selanjutnya, Dr. Panca Setyo Prihatin, S.IP., M.Si., seorang pakar politik dan dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Islam Riau (UIR), memberikan pandangan yang lebih mendalam tentang dinamika politik lokal dan nasional. Ia menyoroti pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam politik praktis, tetapi dengan cara yang konstruktif. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pengawas kebijakan, tetapi juga sebagai agen perubahan yang dapat memberikan sumbangan pemikiran dan aksi nyata untuk memperbaiki sistem politik yang ada.

Dr. Panca juga membahas tantangan yang dihadapi Riau dalam hal politik identitas dan polarisasi sosial menjelang pemilu. Ia mengingatkan bahwa politik identitas sering kali menjadi alat bagi pihak-pihak tertentu untuk meraih kekuasaan dengan mengorbankan kepentingan umum. Oleh karena itu, mahasiswa dan masyarakat Riau harus waspada terhadap praktik-praktik politik yang hanya mementingkan golongan tertentu dan bukan kemaslahatan bersama.

Dr. Data Wardana, M.Si (Tenaga Ahli DPR RI, Pembina Asosiasi Perangkat Desa Riau & Dosen Pascasarjana Magister Ilmu Pemerintahan UIR) mengupas isu-isu hukum yang sering kali terabaikan dalam politik daerah. Salah satu isu penting yang ia bahas adalah perlindungan hukum terhadap hak-hak masyarakat adat, khususnya dalam konflik agraria di Riau. Data Wardana menyoroti berbagai kasus yang melibatkan perampasan tanah ulayat oleh perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Riau tanpa mempedulikan hak-hak masyarakat adat. Menurutnya, hal ini adalah pelanggaran serius terhadap Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 18B Ayat 2 yang mengakui dan menghormati hak-hak masyarakat adat.

Dr. Data Wardana, S.Sos., M.Si juga menekankan pentingnya penegakan hukum yang adil dan transparan dalam menangani kasus-kasus tersebut. Ia mendorong mahasiswa Riau di jogja serta juga yang ada di Riau dan aktivis di Riau untuk terus memperjuangkan hak-hak masyarakat adat melalui jalur hukum dan kebijakan. Menurutnya, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang berani mengambil langkah-langkah konkret untuk melindungi masyarakat dari ketidakadilan dan eksploitasi.

Dalam sesi diskusi yang berlangsung lebih dari tiga jam ini, para mahasiswa Riau jogjakarta yang hadir dari berbagai universitas di Yogyakarta berpartisipasi aktif dalam mengajukan pertanyaan dan berbagi pandangan mereka. Mereka menunjukkan antusiasme tinggi terhadap berbagai isu yang dibahas, terutama terkait peran mereka dalam politik daerah dan masa depan Riau.

Salah satu mahasiswa, perwakilan dari Ikatan Pelajar Riau Yogyakarta (IPRY), menanyakan tentang bagaimana mahasiswa bisa terlibat lebih aktif dalam proses pemilihan gubernur dan bagaimana menjaga agar keterlibatan mereka tetap konstruktif. Menanggapi hal ini, Dr. Panca Setyo menyarankan agar mahasiswa memanfaatkan kekuatan media sosial dan jaringan komunikasi modern untuk menyebarkan informasi yang benar dan membangun kesadaran politik di kalangan masyarakat luas. Ia juga mengingatkan bahwa politik yang sehat adalah politik yang dijalankan dengan etika dan tanggung jawab, bukan dengan cara-cara manipulatif atau provokatif.

Di akhir acara, pembacaan maklumat untuk calon gubernur Riau menjadi puncak diskusi ini. Maklumat tersebut dirumuskan berdasarkan hasil diskusi dan refleksi dari para peserta mengenai berbagai isu strategis yang dihadapi oleh Riau. Dalam maklumat tersebut, disebutkan harapan agar calon gubernur yang terpilih nantinya dapat membawa perubahan nyata bagi Riau, dengan fokus pada penyelesaian masalah-masalah agraria, peningkatan kualitas pendidikan, perbaikan infrastruktur, serta peningkatan pelayanan publik yang merata.

Maklumat ini ditandatangani oleh Ketua Ikatan Pelajar Riau Yogyakarta (IPRY) bersama dengan 12 komisariat kabupaten/kota yang ada di Yogjakarta, serta perwakilan dari lembaga-lembaga mahasiswa Riau lainnya yang berada di Yogyakarta. Penandatanganan ini menjadi simbol dari komitmen mahasiswa untuk ikut serta secara aktif dalam proses demokrasi dan pembangunan daerah.

Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang diskusi intelektual, tetapi juga sebagai momentum penting bagi mahasiswa Riau untuk menyatukan pandangan dan membangun kekuatan kolektif dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Melalui diskusi yang kritis dan pembacaan maklumat, para mahasiswa menunjukkan bahwa mereka siap berkontribusi dalam proses perubahan yang lebih baik untuk Riau. Mereka berharap pemimpin yang akan datang dapat membawa visi baru yang lebih progresif dan inklusif, yang mampu menjawab berbagai permasalahan yang selama ini dihadapi oleh masyarakat Riau.

Dengan adanya keterlibatan aktif dari akademisi, praktisi, dan mahasiswa, acara ini berhasil menciptakan ruang dialog yang produktif dan memperkaya wawasan para peserta tentang pentingnya sinergi antara berbagai elemen masyarakat dalam menciptakan perubahan sosial-politik. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus diadakan secara berkala untuk menjaga semangat kolaborasi dan konsolidasi antara mahasiswa dan para pemangku kepentingan di Riau, khususnya dalam menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks.

Pos terkait