Jejak18news.com – Semenjak dibuka pintu pelimpahan waduk PLTA Koto Panjang ditambah curah hujan yang cukup tinggi diawal tahun 2024 ini membuat sebagian daerah di Kabupaten Kampar khususnya disepanjang aliran sungai Kampar dilanda banjir.
Seperti yang menimpa warga Desa Sendayan, Kecamatan Kampar Utara Kabupaten Kampar. Sudah tiga hari banjir melanda Desa Sendayan yang membuat 300 rumah warga tergenang air.
Kepala Desa Sendayan Marlis saat dikomfirmasi menjelaskan, banjir merendam lebih kurang 300 rumah warga Sendayan Kecamatan Kampar Utara setinggi 40 cm sampai 50 cm. Kalau di luar rumah banjir mencapai satu meter.
“Yang lumpuh total dua dusun, dusun satu dan dusun tiga. Banjir melanda Desa Sendayan ini sudah tiga hari semenjak dibuka pintu pelimpahan waduk PLTA Koto Panjang setinggi 1,4 meter ini. Ditambah lagi curah hujan yang cukup tinggi,” ungkap Marlis, Senin (29/1/2024).
Marlis katakan saat ini banjir di Desa Sendayan belum surut. Warga yang terdampak banjir masih bertahan di rumah masing-masing.
:Untuk fasilitas sekolah ada yang lumpuh total yakni Pondok Pesantren Al Fatah di Dusun III dan PDTA Dusun II Kapur dan SDN 009 Sendayan,”jelas Marlis.
Marlis berharap kepada Pemkab Kampar untuk menyalurkan bantuan bagi warga Desa Sendayan yang terdampak banjir. Soalnya warga tidak lagi bisa bekerja mencari nafkah baik ke kebun karet maupun ke kebun sawit.
“Semoga bantuan sembako dari Pemerintah Daerah untuk warga yang terdampak banjir, mengingat selama banjir berlangsung mereka tidak bisa bekerja dan beraktifitas seperti biasa,” tandas Marlis.